![]() |
Engkau adalah salah satu dari perhiasan dunia. Karenamu dunia ini menjadi lebih berwarna. Namun, karenamu jualah terkadang datang bencana. Engkau dipuja kaum Adam, sebagaimana kodrat yang telah digariskan. Engkau adalah tulang rusuk sekaligus calon m’mum bagi para kaum Adam.
Engkau cantik layaknya Srikandi.
Lincah, hebat dan juga kuat. Namun aku tidak akan memintamu cantik dan hebat
seperti srikandi. Cukuplah engkau menjalani kodratmu, sebagai calon ma’mum dari
para calon imam mu. Tapi kau harus kuat dan pintar, karena engkaulah yang akan menjadi
calon ibu dari anak-anaku kelak.
Sudah sekian lama engkau bersarang,
di dalam relung hati yang paling dalam. Namun apa daya, kita belumlah diikat
dan dihalalkan. Aku kini menyepi, bersama kisah-kisah inspirasi, dzikir dan
juga mimpi-mimpi. Dalam doa yang senantiasa kupanjatkan, ada namamu terselip kubisikan.
Dalam diam aku mencinta, agar tidak terjebak dalam dosa. Sampai tiba suatu
masa, jika berjodoh Tuhan yang akan mengatur semuanya.
Jagalah dirimu, dengan perisai besi
anggun sebagai pelindung yang kuat, juga penutup aurat. Itulah yang terbaik,
perisai pelindung yang membuatmu anggun. Jagalah dirimu dari hubungan yang
tidak dihalalkan. Pantaskan dirimu untuk jadi yang ku tunggu. Begitu juga aku,
memantaskan seraya memohon doa, agar Tuhan mempertemukan kita dalam ikatan yang
diridhoiNya.
Jika sekarang kita berjarak, itu
lebih baik daripada dekat namun penuh maksiat. Terkadang jarak itu memang
berat, namun di sisi lain mengajarkan untuk jadi lebih baik. Cintaku ada, hanya
dalam taat, diam dan doa yang senantiasa kupanjatkan pada Rabbku. Kusandarkan semua
padaNya, karena Dia lah yang memilikimu. Ketaatanku nantilah yang akan
mengantarkanku padamu, atau mengantarkanmu padaku. Jika tidak, Tuhan punya
rencana yang lebih indah. Jangan pernah lelah berusaha, jangan jengah berdoa,
sampai pada saatnya telah tiba. Srikandi berjubah besi, manjadi kekasih hati.
Oleh : Sidik Aryono
