Menulis itu
bisa menjadi hal yang menyenangkan dan juga menjenuhkan. Karena menulis itu
membutuhkan kesabaran dan juga ketelitian. Banyak orang berprofesi menjadi
penulis,itu karena memang dia hobi menulis. Bagi orang yang memiliki hobi
menulis, hal ini merupakan nyawa baginya. Segala hal ingin ditulis, selain
untuk dijadikan catatan, juga dapat dibagi dan diceritakan kepada orang lain.
Mungkin untuk orang yang tidak hobi menulis, pekerjaan ini hanya buang -
buang waktu dengan menghabiskan banyak waktu didepan komputer atau laptop.
Sebenarnya ada banyak hal yang bisa didapatkan dari menulis. Mulai dari
berimajinasi, ekplorasi ide, belajar kosakata baru, belajar mengungkapkan apa
yang tidak bisa dibicarakan, dan yang paling penting tentang menulis adalah
membaca dua kali. Dengan menulis kita akan membaca dua kali bahkan berulang
kali untuk mengoreksi tulisan kita. Dari sini kita mulai belajar diksi atau
pemilihan kata yang tepat, yang santun untuk ditulis sehingga mudah dan ramah
dipahami oleh pembaca.
Menulis itu berkarya secara abadi. Mengapa demikian? Aku pernah membaca dalam suatu buku bahwa
menulis adalah berkarya dalam sebuah karya yang abadi. Mungkin kita sering
berbicara, tapi apakah kita akan selalu ingat dengan apa yang pernah kita
ucapkan. Tentu tidak semua dapat diingat. Maka dari itu, dengan menulis kita mencoba
mengabadikan suatu karya. Bisa dalam bentuk cerita, syair, puisi, opini ataupun
biografi. Mungkin saat ini tidak akan menjadi hal yang berarti, namun beberapa
tahun kedepan tulisan kita akan menjadi catatan kehidupan yang mungkin dulu
dianggap biasa saja. Tulisan kita akan membuat kita kembali mengingat tentang
apa yang telah dilalui di masa - masa dulu.
Menulis itu berbicara. Tidak semua orang bisa mengungkapkan isi hati dan pikiran secara lisan.
Karena tidak semua orang memiliki keberanian dan kemampuan untuk bebicara
secara langsung. Maka solusinya adalah dengan menulis. Menulis itu bebas. Tidak
ada yang akan mendengarkan dan langsung mencemooh perkataan kita. Bebas
menuangkan ide secara leluasa, tanpa takut dan malu. Jika memang terjadi
cemoohan tentang tulisan kita, setidaknya si pencemooh telah menjadi pembaca dari
tulisan kita. Cemoohanya itu adalah kritikan, jadi keep positif thinking aja.
Kalau kata Dwitasari, pembencimu adalah penggemarmu nomor satu. Jadi tak perlu
risau dan terbawa perasaan dengan cemoohan pedas itu, anggap saja pembencimu
adalah gurumu dalam memperbaiki dirimu dan tulisanmu. Yang pasti keep spirit
dan jangan berhenti menulis. :)
Menulis itu berimajinasi. Banyak kita temui karya - karya hebat dari seorang penulis,
terjual jadi best seller bahkan sampai difilmkan. Padahal tulisan itu bukan
berupa fakta, tulisan itu berupa khayalan fiktif yang dituangkan dalam vusualisasi
cerita fiksi. Hal ini unik karena setiap manusia memiliki imajinasi yang
berbeda - beda, tinggal bagaimana seseorang itu menuangkanya. Dituangkan dalam
bentuk tulisan kemudian dibukukan, atau divisualisasikan dengan gambar dan
lukisan. Namun perbedaan tulisan dengan karya lainya adalah imajinasi yang
ditimbulkan. Saat kita menulis kita berimajinasi menyusun alur dari apa yang
akan kita tulis, begitu pula saat seseorang membaca karya tulis kita, dia akan
berimajinasi secara bebas dalam memvisualkan apa yang dibaca. Maka keunikanya
adalah menulis itu kebebasan berimajinasi.
Lalu bagaimana untuk memulai menulis? Jawabanya adalah menulis. Ya. Karena tidak
mungkin kita memulai menulis dengan berenang. Hehe
Cara memulai menulis adalah dengan menulis. Tulis apapun yang ingin kita tulis.
Tak perlu ragu apalagi takut. Karena menulis itu bebas tidak ada larangan.
Tentunya kita harus membaca lagi setelah kita selesai menulis. Hal ini
dilakukan guna mengoreksi apabila ada kesalahan dalam pemilihan kata dan
pengetikan. Yang pasti tak perlu takut dan ragu. Mulai saja dari hal yang
terdekat, dari diri kita, keseharian kita, lingkungan kita, teman - teman kita
atau keluarga kita. Menulislah.
Lalu bagaimana denganku? Apakah aku sudah menguasai dan mahir menulis?
Tentu saja belum. Aku baru beberapa bulan ini mulai menulis. Kuawali dengan
tulisanku tentang seorang wanita yang kukagumi, tentang keseharianku, tentang kehidupanku
di kampus, tentang beberapa karyaku dan beberapa syair puisi. Kesulitan
utamanya adalah memulai. Harus melawan rasa malas dan gangguan yang sangat
berat. Salah satu solusinya adalah aku mulai menulis melalui hp androidku
dengan software yang memang memiliki kemampuan untuk itu. Jadi aku bisa menulis
kapan saja tanpa harus repot membawa notebook atau laptop. Di berbagai tempat,
dengan suasana yang baru maka akan timbul ide - ide yang baru.
Dan salah satu alasan penting mengapa harus menulis adalah karena kita
masih hidup, kalau sudah mati tidak mungkin kita bisa menulis. Hehe. Hidup itu
berkarya, dan meninggalkan kesan, tentunya kesan yang baik yang berguna bagi
untuk generasi penerus kita. Salah satunya dengan menulis, ada kesan, pesan
serta karya yang kita tinggalkan setelah kita tak ada. Tulisan itu abadi,
terlepas ada yang membaca atau tidak, setidaknya kita sendiri pernah
membacanya.
Sekian, semoga
bermanfaat. Mulailah menulis dengan menulis ;)











