Rabu, 28 Desember 2016

Mengapa Menulis ?

Menulis itu bisa menjadi hal yang menyenangkan dan juga menjenuhkan. Karena menulis itu membutuhkan kesabaran dan juga ketelitian. Banyak orang berprofesi menjadi penulis,itu karena memang dia hobi menulis. Bagi orang yang memiliki hobi menulis, hal ini merupakan nyawa baginya. Segala hal ingin ditulis, selain untuk dijadikan catatan, juga dapat dibagi dan diceritakan kepada orang lain.
Mungkin untuk orang yang tidak hobi menulis, pekerjaan ini hanya buang - buang waktu dengan menghabiskan banyak waktu didepan komputer atau laptop. Sebenarnya ada banyak hal yang bisa didapatkan dari menulis. Mulai dari berimajinasi, ekplorasi ide, belajar kosakata baru, belajar mengungkapkan apa yang tidak bisa dibicarakan, dan yang paling penting tentang menulis adalah membaca dua kali. Dengan menulis kita akan membaca dua kali bahkan berulang kali untuk mengoreksi tulisan kita. Dari sini kita mulai belajar diksi atau pemilihan kata yang tepat, yang santun untuk ditulis sehingga mudah dan ramah dipahami oleh pembaca.
Menulis itu berkarya secara abadi. Mengapa demikian? Aku pernah membaca dalam suatu buku bahwa menulis adalah berkarya dalam sebuah karya yang abadi. Mungkin kita sering berbicara, tapi apakah kita akan selalu ingat dengan apa yang pernah kita ucapkan. Tentu tidak semua dapat diingat. Maka dari itu, dengan menulis kita mencoba mengabadikan suatu karya. Bisa dalam bentuk cerita, syair, puisi, opini ataupun biografi. Mungkin saat ini tidak akan menjadi hal yang berarti, namun beberapa tahun kedepan tulisan kita akan menjadi catatan kehidupan yang mungkin dulu dianggap biasa saja. Tulisan kita akan membuat kita kembali mengingat tentang apa yang telah dilalui di masa - masa dulu.
Menulis itu berbicara. Tidak semua orang bisa mengungkapkan isi hati dan pikiran secara lisan. Karena tidak semua orang memiliki keberanian dan kemampuan untuk bebicara secara langsung. Maka solusinya adalah dengan menulis. Menulis itu bebas. Tidak ada yang akan mendengarkan dan langsung mencemooh perkataan kita. Bebas menuangkan ide secara leluasa, tanpa takut dan malu. Jika memang terjadi cemoohan tentang tulisan kita, setidaknya si pencemooh telah menjadi pembaca dari tulisan kita. Cemoohanya itu adalah kritikan, jadi keep positif thinking aja. Kalau kata Dwitasari, pembencimu adalah penggemarmu nomor satu. Jadi tak perlu risau dan terbawa perasaan dengan cemoohan pedas itu, anggap saja pembencimu adalah gurumu dalam memperbaiki dirimu dan tulisanmu. Yang pasti keep spirit dan jangan berhenti menulis. :)
Menulis itu berimajinasi. Banyak kita temui karya - karya hebat dari seorang penulis, terjual jadi best seller bahkan sampai difilmkan. Padahal tulisan itu bukan berupa fakta, tulisan itu berupa khayalan fiktif yang dituangkan dalam vusualisasi cerita fiksi. Hal ini unik karena setiap manusia memiliki imajinasi yang berbeda - beda, tinggal bagaimana seseorang itu menuangkanya. Dituangkan dalam bentuk tulisan kemudian dibukukan, atau divisualisasikan dengan gambar dan lukisan. Namun perbedaan tulisan dengan karya lainya adalah imajinasi yang ditimbulkan. Saat kita menulis kita berimajinasi menyusun alur dari apa yang akan kita tulis, begitu pula saat seseorang membaca karya tulis kita, dia akan berimajinasi secara bebas dalam memvisualkan apa yang dibaca. Maka keunikanya adalah menulis itu kebebasan berimajinasi.
Lalu bagaimana untuk memulai menulis?  Jawabanya adalah menulis. Ya. Karena tidak mungkin kita memulai menulis dengan berenang. Hehe
Cara memulai menulis adalah dengan menulis. Tulis apapun yang ingin kita tulis. Tak perlu ragu apalagi takut. Karena menulis itu bebas tidak ada larangan. Tentunya kita harus membaca lagi setelah kita selesai menulis. Hal ini dilakukan guna mengoreksi apabila ada kesalahan dalam pemilihan kata dan pengetikan. Yang pasti tak perlu takut dan ragu. Mulai saja dari hal yang terdekat, dari diri kita, keseharian kita, lingkungan kita, teman - teman kita atau keluarga kita. Menulislah.
Lalu bagaimana denganku? Apakah aku sudah menguasai dan mahir menulis? Tentu saja belum. Aku baru beberapa bulan ini mulai menulis. Kuawali dengan tulisanku tentang seorang wanita yang kukagumi, tentang keseharianku, tentang kehidupanku di kampus, tentang beberapa karyaku dan beberapa syair puisi. Kesulitan utamanya adalah memulai. Harus melawan rasa malas dan gangguan yang sangat berat. Salah satu solusinya adalah aku mulai menulis melalui hp androidku dengan software yang memang memiliki kemampuan untuk itu. Jadi aku bisa menulis kapan saja tanpa harus repot membawa notebook atau laptop. Di berbagai tempat, dengan suasana yang baru maka akan timbul ide - ide yang baru.
Dan salah satu alasan penting mengapa harus menulis adalah karena kita masih hidup, kalau sudah mati tidak mungkin kita bisa menulis. Hehe. Hidup itu berkarya, dan meninggalkan kesan, tentunya kesan yang baik yang berguna bagi untuk generasi penerus kita. Salah satunya dengan menulis, ada kesan, pesan serta karya yang kita tinggalkan setelah kita tak ada. Tulisan itu abadi, terlepas ada yang membaca atau tidak, setidaknya kita sendiri pernah membacanya.

Sekian, semoga bermanfaat. Mulailah menulis dengan menulis ;)

Senin, 26 Desember 2016

Menghilang di Balik Punggung


Senja itu dia datang dengan tenang dan senyum terpaku
Dan seperti biasa pula aku datang sesuai janjiku
Menemuinya yang datang dari jauh
Dia datang, datang untuk pergi

Kali ini Dia terlihat manis
Dengan kacamata menyentuh alis
Wajahnya masih sama seperti dulu
Sederhana, polos dan lugu

Kamis, 22 Desember 2016

Kelana

Hening, tak ada suara

Gelap tak ada cahaya
Sunyi dan begitu sepi
Hampa, hambar tanpa rasa
Kosong, polos tanpa warna
Sebuah cerita perjalanan

Sang pengelana jalanan
Jalan terus berjalan
Berdampingan ataupun sendirian
Hari semakin hari tak ada kejelasan
Siapakah dirimu ?
Karena semakin hari aku tak mengenal siapakah dirimu
Sama saja seperti biasanya
Sperti senjata tak bertuan
Dan malam selalu menjadi teman
Siang menjadi jalan
Menembus waktu yang tak kunjung berujung
Dimanakah Tuan, tempat kurcaci pulang
Tak kunjung ditemukan
Tak kunjung jua berjumpa
Masih berkelana hingga kita dipertemukan
Entah di persimpangan jalan, diujung jalan, atau pun hanya satu kedipan
Dan Kelana akan terus berjalan.....

Mentari

Selamat pagi mentari pagi

Silaumu menusuk mata
Memaksa aku terbangun dari mimpi
Yang tiada jadi nyata
Pengelana ini masih sendiri
Mencari definisi dari kata hati
Layaknya secangkir kopi
Glukosa menyamarkan jati diri
Kopi yang pahit jadi tak berarti
Rasa manismu menutupi

Aku tahu aku ini awam
Dari rasa yang tak kupahami
Hanya sekedar menikmati
Seiring waktu terus berjalan
Meskipun kaki ini tak senantiasa beriringan
Tangan ini tak saling menggenggam
Mata ini tak saling memandang
Kita berpijak di lantai yang berbeda
Meskipun pernah sama
Tapi hanya sekejap saja
Menguap bersama panasnya masa
Engkau berada di sana
Dan aku tau kita tak bersama
Namun masih di bawah langit yang sama
Pada saatnya langit bumi pun akan bertemu
Bahkan tanpa diminta
Bibir ini hanya berucap, dalam doa, layaknya seorang hamba yg meminta
Untuk harapan, untuk impian
Untuk mentari pagi, semoga esok masih ada
Begitu juga kau, yang akan selalu terbit tanpa pesona...

Weekend Journal

My weekend.. 20 Nov 16


Selamat malam, aku baru saja pulang dari kunjunganku ke Desa Kediri Gadingrejo tempat KKN ku pada bulan Juli yang lalu. Ini merupakan salah satu agenda weekendku kali ini. Aku sudah satu bulan lebih tidak pulang ke kampung, karena masih disibukkan dengan aktifitas kuliahku di kota Bandar Lampung.
Pada kesempatan ini aku akan menceritakan kegiatanku selama weekend ini yang menurutku tidak seperti weekend - weekend biasanya.

1. Ngupik

Ya... Aktifitasku dirumah cenderung akrab dengan upik abu. Mulai dari nyapu, ngepel, nyuci motor, benerin listrik, ke warung, ke pasar, anter jemput. Haha itu aktifitas rutinku di rumah yang tak bisa dianak tririkan. Dan kali ini aku dapet jatah ngepel lantai sedangkan adikku yang menyapu lantai. No problem, karena kebersihan adalah sebagjan dari iman, dan orang yang membersihkan adalah orang yang beriman. Amiiin.

2. Momong ponakan
Aku pulang di weekend ini salah satu alasanya adalah karena ponakanku Nafisa Safa Ayu Nindya yang baru berusia sekitar dua bulan minep dirumah. Maka aku harus pulang untuk menghabiskan waktu bersama ponakanku yang masih unyu ini. Pagi - pagi sekali aku sudah menggendongnya, sembari berjemur dan jalan - jalan. Awalnya agak ngeri mau nggendong bayi berusia fua bulan ini, tapi setelah dicoba ternyata lumayan bikin pegel karena lenganku harus menyangga bagian kepalanya. Walaupun demikian tapi cukup menyenangkan dan serru. Sesekali Safa merengek karena tidak mau diajak duduk, dia tau benar kalau aku duduk dan dia ini paling hobi diajak jalan - jalan hmmm. Aku juga mengajaknya ngobrol, meski dia belum bisa menawabnya tapi dia begitu memerhatikan saatku mengajaknya bicara. Dan sesekali dia berbicara entah apa itu, yang hanya dia dan Tuhan yang tahu artinya. Dan mungkin itu adalah jawabanya untuk obrolanku.
Siang ini, aku memangkunya sembari mengajaknya ngobrol karena ibunya sedang sholat jadi aku yang harus menjaganya. Tanpa diduga raut wajahnya berubah. Hmm kali ini dia pub. Aman dia pake popok bayi yang entah mereknya apa, dan kurasa tak bersayap hee. Jadi aman nggak mungkin bucor. Mungkin. Setelah beberapa kali tekanan, pub nya selesai. Ibunya mengangkatnya dari pangkuanku untuk dibersihkan (cebok). Dab ternyata popok bayi yang tak bersayap itu tak kuku menampung pub nya. Tumpahlah beberapa tetes cairan lub nya di celanaku. Hmmm terimakasih Safa udah pub di celana Om idik, yang tadinya niat gak mandi jadi mandi karena kena pub kamu.

3. Memetik buah
Aku tinggal di desa. Layaknya kehidupan di desa beberapa tanaman masih sangat asri, mau apa aja ada tanamanya dan tersedia tanpa harus beli. Di sekitar rumahku terutama, terdapat pohon belimbing, rambutan, jambu biji, jambu air, mangga, alpukat, jambu jamaika dan pepaya. Kali ini alhamdulillah buah - buahan di lingkungan rumahku sedang berbuah secara bersamaan. Ada pepaya, alpukat, mangga, jambu air, jambu bijidan jambu jamaika. Hal ini merupakan hal yang langka karena tidak kudapati selama aku dikota. Jadi tanpa pikir panjang lagi naluri survivalku muncul, aku segera memanjat pohon - pohon buah itu secara bergantian. Panen buah deh pokoknya. Selain panen gal ini juga sebagai quality time ku bersama keluarga di rumah. Karena emang jarang ada moment seperti ini. Memetik buah bareng bapak, ibu dan adekku. Walaupun lagi - lagi aku yang dikorbankan untuk memanjat pohon hee

4. Ke tempat KKN
Siang ini aku sengaja meluangkan waktu untuk berkunjung ke tempat KKN ku dulu. Di desa Kediri Gadingrejo, jarak tempuhnya selama setengaj jam dari rumahku. Memang sudah lama aku tidak mengunjungi desa itu, kurang lebih sudah hampir dua bulan aku tidak berkunjung ke sana. Singkat perjalanan aku telah sampai di desa Kedir. Pada awalnya aku ingin menyambangi tempat Mas Aan, seorang yang luar biasa dalam berperan mendampingi dan mengarahkan kegiatan kkn kami. Tapi ternyata rumahnya sepi, setelah kuhubungi via telpon juga tidak tersambung. Akhirnya kuputuskan untuk melihat pelebaran jalan dekat pemakaman dan singgah dulu ke tempat mbah Saring rumah singgahku saat aku KKN. Seaampainya di sana aku bertemu dengan mbah turni, istri mbah saring sedang meraut bambu untuk membuat kurungan ayam, sedangkan mbah Saring dan mas Untung sedang gotong royong di tempat tetangga. Di sana seperti biasa ngobrol panjang lebar, basa basi, tak lupa didampingi segelas kopi panas di teras samping rumah. Bermain dengan Naya anak mas Untung, bermain dengan kutek kuku nya yang baru saja dibeli di tempat mba Tonah. Obrolan ku dan mbah tutur berlangsung lama dengan sesekali melihat tanaman sayiran dan KRPL di skitar rumah.
Setelah cukup puas di tempat mbah Saring, aku berpindah singgah ke tempat Pak Rt Pairin, bapaknya Diyo. Dia adalah pak Rt yang sering menculikku di awal - awal hari KKN ku di desa kediri. Sesampainya di sana aku disambut oleh Diyo dan Ibu nya, ya aku lupa nama ibunya Diyo hehe. Kalau di sini yang tidak ketinggalan adalah teh tubruknya dan keripik pisang, ada juga jagung siap rebus di dua langseng, tapi belum di rebus. Berteman teh tubruk dan keripik pisang aku dan pak Pairin ngobrol panjang lebar tentang desa ini, tentang pak sekdes yang sedang kusut, tentang pak lurah yang baru, tentang KRPL yang sedang menurun performanya, dan tentang digester biogas baru yang sedang digali di belakang rumah pak Pairin. Karena cuaca sedang tidak bagus dengan suara gemuruh petir akhirnya kuputuskan untuk menlanjutkan persinggahan ke tempat mas Aan.
Sesampainya di sana hujan turun dengan derasnya, jadi aku terjebak di sana. Di sambut Citra yang baru saja selesai mandi, memperkenalkan sepatu baru dan pianika barunya. Hmmm yang pasti cerewetnya Citra kembali kutemui di sini. Cerewetnya Citra ini hampir seperti cerewetnya Nenek Citra teman KKN ku. Tak ketinggalan kopi hitam dan rokok kretek menemani obrolanku dengan Mas Aan. Dan seperti biasa kami ngobrol ngalor ngidul sambil diselingi canda dan tawa bersama keluarga kecil ini. Hujan masih turun dengan derasnya. Entah kapan istri mas Aan pergi ke dapur, alhasil mi rebus sudah siap dihidangkan. Mantap ujan - ujan makan mie rebus hee... Karena hujan cukup deras jadi aku putuskan untuk sekalian sholat maghrib di sini dan setelah maghrib aku kembali ke tempat mbah Saring.
Aku kembali ke tempat mbah Saring untuk menemuinya, ini adalah yang pertama dan utama. Karena beliau adalah bapaku disaat aku berada di desa ini. Masih dengan wajah ramahnya mbah Saring menyambutku dengan senyuman dan tawa khasnya. Dia tampak lebih muda dengan pitongan rambut barunya, meskipun ubanya tak bisa membohongi usia yang sebenarnya. Dan ada mas Untung yang sengaja datang ketempat mbah Saring untuk menemuiku. Dan..... Ditawari makan lagi, jadi ya aku makan lagi hehe.. Di sini sudah seperti rumah sendiri jadi kalau mau makan ya ambil dan cari sendiri. Begitulah kata mbah Saring dengan canda khasnya.
Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 19.30, jadi kuputuskan untuk pamit pulang. Nasehat mbah Saring yang tak lupa selalu diucapkan adalah " jangan pernah lupa dengan rumah ini, kapanpun mau datang, pintu rumah ini selalu terbuka lebar untukmu, kami tidak bisa memberi materi, hanya doa yng bisa kami beri untuk perjalananmu".

#akhirnya itulah seklumit cerita aktifitas akhir pekanku, tersimlan dalam jurnal blog pribadiku. Satu hal yang perlu diingat adalah manfaatkan limited time untuk quality time. Aku Sidik Aryono. Selamat 

Jabrik

Ini namanya Jabrik. Karakter imajiner buatanku. Grafiknya sengaja kubuat sesederhana mungkin untuk memperkecil sizenya. Selain itu juga untuk menampilkan kesan simple agar tidak menimbulkan kesan lebay atau berlebihan.
Untuk perwatakanya sendiri, sedang kufikirkan. karena imajinasiku sedang Mentok . hehe

Minggu, 11 Desember 2016

Bukan dengan kata


            Kata adalah cara manusia mengekspresikan diri. Mengungkapkan apa yang ada dalam pikiran dan hati mereka. Namun adakalanya semua yang ada di dalam pikiran dan ada di hati tidak diungkapkan melalui perkataan. Tidak semua orang dapat berekspresi melalui kata – kata. Di sisi lain ada saudara kita yang diciptakan Tuhan dengan keleihan tersendiri, keistimewaan yang membuatnya mengungkapkan bukan dengan  kata tetapi melalui indra yang lainya. Namun apapun itu, kita harus mensyukurinya.
            Warna. Warna adalah caraku mengungkapkan rasa. Caraku berekspresi. Tentang hidup, bahagia, sedih, galau, cinta, emosi, ide, dan cerita. Tidak semua orang paham dengan apa yang aku ungkapkan dalam setiap warna. Karena hanya aku dan Tuhan yang tahu apa arti yang terkandung dalam setiap warna. Entah itu kesedihan, bahagia, cinta, galau, dan emosi. Bagiku hal ini tidak harus dimengerti, ya, semua orang tak harus tahu apa arti warna yang ku ungkapkan. Bebas menilai, bebas berkomentar dan bebas mengkritik. Karena dalam setiap warna memiliki arti yang bebas bagi penikmatnya.
            Setiap warna yang ku goreskan bukan semata – mata mengikuti realita, tetapi ada pesan di dalamnya. Setiap warna yang ku padukan bukan semata – mata keserasian, tapi terkadang juga kontras. Bukan kebetulan atau sesuai dengan mood, tapi ada hal – hal berbeda yang harus di satukan. Perbedaan itu harus disatukan untuk menciptakan arti baru, pesan baru dan cerita baru. Begitulah caraku bercerita, menyampaikan pesan dan menyatukan perbedaan.
            Lalu ……
Bagaimana denga cinta ?
            Bagaimana aku mengungkapkanya ?
            Ada yang harus diungkapkan dan ada juga yang tidak. Begitu juga dengan cinta. Jika cukup lewat kata, tentu hanya lewat kata. Namun terkadang tak cukup lewat kata, atau tak harus lewat kata. Jika bukan lewat kata, maka pilihanya adalah diam, atau lakukan. Bagiku cinta itu dijaga. Cinta itu memberi. Cinta itu melakukan. Maka ada hal yang ku lakukan untuk sesuatu yang ku cintai.  
            Apakah itu ?
            Salah satunya dengan warna. Dengan goresan pensil, dengan arsiran dan gelap terang. Menghayati setiap goresanya. Menikmati setiah coretan yang terkadang harus ku hapus. Dari warna yang kontras menjadi padu. Melalui warna mewakili rasa. Melalui warna kutuangkan ide, mengungkapkan cerita dan rasa. Melalui warna kutuangkan misteri.
            Melalui melukis aku banyak belajar. Tentang kesabaran, tentang proses, tentang kepaduan,tentang penghayatan, ketidak sempurnaan, bahkan keindahan. Dengan melukis ku ungkapkan cerita, cinta dan rasa. Tak mudah memang. Karena melukis itu tentang kejujuran. Jika melukis dengan perasaan gundah, maka hasilnya sungguh jauh dari ekspektasi. Maka melukislah dengan jujur, dengan hati tenang tanpa kebohongan.
            Jika melukis adalah suatu cara, maka melukis adalah caraku mencinta. Jika lukisan adalah bahasa, maka lukisan adalah bahasaku dalam mengungkapkan cinta. Jujur tanpa kebohongan. Jika melukis adalah caraku bercerita, maka lukisanku adalah visualisasinya. Jika lukisanku adalah caraku mendengar, maka lukisanku adalah lagu yang merdu. Dan jika lukisanku adalah rasa, maka itu adalah perasaan yang jujur. Bukan lewat kata, tapi warna. Begitulah caraku untuk mencinta.

Bukan dengan kata
***Immajinasiku Sempurna***


Jumat, 09 Desember 2016

Gelang Prusik

Tali prusik. Tali yang menjadi ciri khas dari para petualang. Ya. Kebanyakan anak gunung memakai tali ini. Tali dengan corak warna menarik dan bisa dikreasikan semenarik mungkin.
Malam itu sekitar jam delapan malam aku bergegas pergi ke sebuah toko peralatan outdoor. Karena memang di sanalah biasanya berbagai macam tali prusik tersedia. Terkadang hanya iseng membelinya untuk menambah koleksiku, untuk gelang, kalung atau aksesoris lainya.
Langkahku terhenti didepan sebuah toko outdoor.

Apa kabar Raingirl ?

Desember. Hujan semakin sering turun. Desember yang lalu aku mengatur jadwalku untuk menemuimu. Kita masih sama - sama sibuk dengan aktifitas kampus. Sekarang, Desember lagi. Aku tak lagi mengatur jadwal menemuimu, tetapi aku mencoba menata hati agar lebih rapi. Menata diri agar lebih pantas.
Januari yang lalu aku marah padamu, aku mendiamkanmu sebagai isyarat atas kesibukkanmu. Kekanak - kanakanku yang menginginkan keberadaanmu. Kekanak - kanakanku memaksa agar kau tak hilang dariku.
Februari yang lalu, kita bertemu. Menikmati hujan bersama

Sabtu, 03 Desember 2016

Cara membuat music autoplay saat blog dibuka

Selamat pagi sobat. Dalam artikel ini saya akan mencoba berbagi dengan sobat sekalian bagaimana caranya memasukan music yang anda suka agar waktu blog anda dibuka maka music yang anda sukai akan diputar secara otomatis / autoplay. Caranya

Kemarin' Rindu

*Karya : HepsRmd  * ===================================== ini menyenangkan, kadang kita lupa dan keasikkan, momen tak seberapa yang terlonta...