Mungkin, salah satu
alasanku adalah kamu. Ya, kamu adalah salah satu alasanku menulis. Dengan
menulis aku merasa hidup, kamu hidup dalam setiap tulisanku. Dengan
menulis aku merasakan kamu ada, kamu ada
dalam setiap kata pada kalimat-kalimatku. Meskipun pada nyatanya kamu telah
pergi. Tapi kamu akan selalu ada di sini. Dalam setiap ceritaku, dalam setiap sajak yang ku buat.
Kamu tahu? Kadang semua ini
membuatku sesak. Menahan semuanya di dada. Membiarkan semua kenangan itu
berputar-putar di otakku. Entahlah, melupakanmu seprti hal yang mustahil
untukku. Bagaimana bisa, sedangkan kamu selalu hadir dalam setaip hembus
nafasku, di setiap kedipan mataku, setiap langkahku, dalam lagu-lagu yang kusuka
dan pernah kita nyanyikan bersama.
Jika ini adalah hal bodoh,
aku tidak akan keberatan. Daripada melupakanmu membuatku mati suri.
Akupun tak perduli jika kamu
tetap acuh, karena pada nyatanya kita sekarang saling jauh.
Apakah kamu tahu? Sekarang,
untuk menghubungimu saja membutuhkan keberanian besar. Untuk mengatakan “hai”
membutuhkan waktu lama untuk mengetiknya. Tak seperti dulu ketika aku ataupun
kamu bebas menghubungi kapanpun. Dan
memamng sekarang semua telah berubah, semua telah berbeda.
Mungkin, sesekali aku akan
mencoba menghubungimu. Sekedar bilang hai, hallo, tik-tok dan sebagainya.
Sekedar ingin tahu dan memastikan bahwa kamu baik-baik saja. Namun ada satu hal
yang memang mendasari semua itu. ya, Aku Rindu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar