Minggu, 21 Mei 2017

Monolog “Sebuah jawaban untuk Zea”


            Zea, aku akan menjawab semuanya. Tentang pertanyaanmu, tentang aku yang diam, atau lebih jahat lagi tentang aku yang datang dan menghilang. Zea, pernahkah kau melihat bulan purnama yang terang? Dia begitu indah dan menyilaukan. Bulan yang indah itu berada di ketinggian. Mengapa Tuhan tidak menciptakan bulan terang itu dapat dijangkau manusia? Kau tahu jawabanya? Satu sisi aku akan mengatakan manusia itu bodoh dan ceroboh, jahat dan rakus, egois dan serakah. Jika bulan itu dapat dijangkau manusia apa yang akan terjadi ? Manusia akan merusaknya, mengeksploitasinya. Tuhan sengaja menciptakanya jauh dari manusia, di ketinggian dengan penjagaan malaikat-Nya. Karena Tuhan maha tahu, manusia adalah mahluk ciptaanya yang tidak pernah puas. Maka Tuhan jadikan bulan di ketinggian sebagai bahan renungan atas kekuasaan-Nya. Supaya manusia itu sadar bahwa dia begitu kecil dibandingkan Tuhan yang yang maha besar. Supaya manusia itu tahu diri bahwa dia begitu lemah dibandingkan dengan Tuhan yang maha kuat. Meski dengan pengetahuanya manusia sekarang dapat menjangkau bulan, namun tidak semua, tidak semua Zea.            

            Zea, apakah kau pernah melihat pelangi. Ya, pelangi hanya muncul setelah hujan, dan keindahanya pun hanya sesaat, bukan kekal. Pernahkah kau amati ujung pelangi yang tak menjangkau bumi? Kau tahu alasanya, atau pernahkah kau renungkan ini? Ini sekedar renunganku Zea, dan aku akan menceritakanya padamu.            

            Iya, tetap seperti itu Zea, dengarkan aku tanpa banyak berkata.

Pelangi yang indah itu Tuhan munculkan setelah datangnya hujan. Pelangi yang berwarna tujuh itu begitu indah namun tidak abadi. Tuhan berkata dalam firman-Nya, “Sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan, maka sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan”. Lebih dalam lagi, dari setiap kesulitan yang kita hadapi akan ada keindahan dan kebahagiaan setelahnya. Maka bahagialah saat menemui kesulitan, karena Tuhan menyertakan keindahan dan kebahagiaan bersamanya.
            Zea, kau harus mengerti satu hal seperti bulan dan pelangi yang tak mampu kita jangkau. Mungkin itu seperti kau dan aku sekarang, tak saling dekat dan menggenggam. Terasa begitu jauh, karena kebahagiaan dan keindahan itu bukan untuk saat yang sekarang Zea. Tuhan sengaja menyimpanya jauh di masa depan. Jika kemarin kau sempat bersedih, atau menahan perih, percayalah itu yang terbaik untukmu. Tuhan lebih menyayangimu, Tuhan punya rencana yang indah untukmu, setelah tangis dan sedihmu akan ada senyuman di kemudian. Terlepas kau akan tersenyum bersamaku atau tidak bersamaku. Yang terpenting saat ini adalah syukuri yang kau punya, jika kau menginginkan sesuatu, pantaskan dirimu untuk mendapatkan itu. Dekati Tuhan yang memiliki semua itu, kekuasaan-Nya begitu luas. Berdoalah pada-Nya, pasti akan dikabulkan. Begitu juga denganku yang mungkin sekarang terasa jauh darimu. Aku tak menjauhimu dan mengejarnya. Bahkan aku mencoba menjauhi semuanya. Semua cinta yang belum halal, semua cinta palsu dengan kebahagiaan dan keindahan sesaat atas nama nafsu. Aku tak ingin terjerumus dalam dosa seperti di masa lalu. Tuhan sudah cukup banyak menegurku dengan kegagalan-kegagalan yang pernah kuusahakan sendiri. Maka sekarang aku tersadar, aku kurang mendekati-Nya. Karena dekat dengan cinta yang sekarang membuatku lupa dengan Cinta Tuhan yang maha penyayang. Jika memang ada cinta di antara kita, biarkanlah kita sekarang saling menjauh untuk saling menjaga. Karena itulah yang terbaik.            

           Aku ingin bicara lagi dengan bahasa yang lebih sederhana. Maafkan aku jika menghilang dan menyakitkan. Tanpa kabar dan pesan. Aku sedang menyibukan diri untuk lebih mengenal Tuhan. Jika sekarang kita saling diam dan tak menggenggam, nikmatilah dengan mengingat Tuhan, karena itu jauh akan membuatmu lebih tenang. Jika sekarang bibir kita terkunci rapat tanpa saling berdialog, maka berdialoglah pada Tuhan, dengan doa dan tenggelam dalam setiap sujudmu. Akhirnya, biarkan kita sekarang tetap jauh. Jika Tuhan berkehendak, kita akan bertemu, entah itu untuk menyatukan rindu atau mengenalkan pendampingku dan pendampingmu. Ada atau tidak adanya aku, tetaplah jadi dirimu, karena dulu aku adalah sebuah ketiadaan dalam hidupmu. Zea.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kemarin' Rindu

*Karya : HepsRmd  * ===================================== ini menyenangkan, kadang kita lupa dan keasikkan, momen tak seberapa yang terlonta...