Monolog untuk Gadis Hujan
Teruntuk kamu, yang pernah ada dan memberi rasa.
Terimakasih, untuk semua rasa, kebahagiaan dan kenangan yang pernah kamu
berikan. Meskipun aku tahu, sekarang kamu dan aku bukanlah siapa-siapa, yang
dulu pernah mesra sekarang nyaris tak pernah bertegur sapa. Yang dulu pernah
saling menjaga, sekarang biasa saja seperti tak pernah ada apa-apa.
Ini
bukan salahmu ataupun salahku, ini pilihan. Saat kamu memilih meninggalkan dan
mengakhiri, dan akupun menerima pilihan dengan berusaha melapangkan dada.
Kamu
sekarang di sana, dengan kekasih baru yang yang kau damba dan mungkin selalu
ada. Tidak sepertiku dulu, yang hanya mencintai dalam jauhnya jarak yang
terbentang, mencintai dan menjaga lewat udara, menjaga dengan menjaga jarak
diantara kita, itu menurutku lebih baik. Satu hal yang aku ingat dulu, kau
memilih keputusan itu karena orang tuamu melarangmu berpacaran, aku terima itu,
karena dulu akupun tak tahu hubungan kita berujung di pelaminan atau di ujung
jalan. Tapi itu dulu, kamu tidak pacaran karena orang tuamu, namun sekarang
semua kata-katamu seperti hanya penghibur dan alasanmu untuk mengakhiri ikatan
semu diantara kita, atau mungkin keadaanya berbeda. Berbeda, karena orang tuamu
sekarang merestui hubunganmu dengan kekasih barumu itu.
Terima
kasih, semenjak kejadian itu akupun tahu dan sadar bahwa cinta yang pernah kamu
hembuskan dulu kini lenyap bersama angin. Rindu yang pernah kamu bisikan
dulu kini lenyap bersama diam. Kehangatan yang kau dekapkan dulu kini beku
bersama waktu. Dan yang terpenting, aku tahu bahwa Tuhan lebih menyayangiku,
sehingga dia memisahkan kita. Tuhan memintaku memperbaiki diri, karena mungkin
takdirku bukan denganmu. Tuhan menjauhkanmu dariku, karena Tuhan juga
menyayangimu. Sungguh, semua tak ada yang sia-sia, dan ada pelajaran yang
terdapat di dalamnya.
Sekarang, selamat berbahagia dengan kekasih barumu.
Sekarang, mungkin kamu sibuk berbahagia dengan kekasihmu dan aku sibuk
memperbaiki diriku menjemput kekasih hatiku. Kusibukan diriku mendekati Tuhan,
menyambut kekasih hati terbaik yang disiapkan untukku. Kekasih hati yang
kucintai dan mencintaiku karena Tuhan. Sekarang, aku sibuk menjaga diriku agar
tidak jatuh pada cinta yang sementara, sedangkan kamu sibuk menjaga dan dijaga
oleh kekasihmu. Sekali lagi terimakasih, kebahagiaan tak selamanya dengan tawa
dan kesedihan pun tak selamanya dengan tangis. Berbahagialah kamu denganya,
jangan ulangi kesalahanmu dulu. Dan doakan aku menyibukan diri berbahagia
mendekati Tuhan yang maha cinta. Terima kasih gadis hujan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar