Rabu, 31 Mei 2017

Monolog untuk Gadis Hujan

Monolog untuk Gadis Hujan
Teruntuk kamu, yang pernah ada dan memberi rasa. Terimakasih, untuk semua rasa, kebahagiaan dan kenangan yang pernah kamu berikan. Meskipun aku tahu, sekarang kamu dan aku bukanlah siapa-siapa, yang dulu pernah mesra sekarang nyaris tak pernah bertegur sapa. Yang dulu pernah saling menjaga, sekarang biasa saja seperti tak pernah ada apa-apa. 
Ini bukan salahmu ataupun salahku, ini pilihan. Saat kamu memilih meninggalkan dan mengakhiri, dan akupun menerima pilihan dengan berusaha melapangkan dada.
Kamu sekarang di sana, dengan kekasih baru yang yang kau damba dan mungkin selalu ada. Tidak sepertiku dulu, yang hanya mencintai dalam jauhnya jarak yang terbentang, mencintai dan menjaga lewat udara, menjaga dengan menjaga jarak diantara kita, itu menurutku lebih baik. Satu hal yang aku ingat dulu, kau memilih keputusan itu karena orang tuamu melarangmu berpacaran, aku terima itu, karena dulu akupun tak tahu hubungan kita berujung di pelaminan atau di ujung jalan. Tapi itu dulu, kamu tidak pacaran karena orang tuamu, namun sekarang semua kata-katamu seperti hanya penghibur dan alasanmu untuk mengakhiri ikatan semu diantara kita, atau mungkin keadaanya berbeda. Berbeda, karena orang tuamu sekarang merestui hubunganmu dengan kekasih barumu itu.
Terima kasih, semenjak kejadian itu akupun tahu dan sadar bahwa cinta yang pernah kamu hembuskan dulu kini lenyap bersama angin. Rindu yang pernah kamu  bisikan dulu kini lenyap bersama diam. Kehangatan yang kau dekapkan dulu kini beku bersama waktu. Dan yang terpenting, aku tahu bahwa Tuhan lebih menyayangiku, sehingga dia memisahkan kita. Tuhan memintaku memperbaiki diri, karena mungkin takdirku bukan denganmu. Tuhan menjauhkanmu dariku, karena Tuhan juga menyayangimu. Sungguh, semua tak ada yang sia-sia, dan ada pelajaran yang terdapat di dalamnya.
Sekarang, selamat berbahagia dengan kekasih barumu. Sekarang, mungkin kamu sibuk berbahagia dengan kekasihmu dan aku sibuk memperbaiki diriku menjemput kekasih hatiku. Kusibukan diriku mendekati Tuhan, menyambut kekasih hati terbaik yang disiapkan untukku. Kekasih hati yang kucintai dan mencintaiku karena Tuhan. Sekarang, aku sibuk menjaga diriku agar tidak jatuh pada cinta yang sementara, sedangkan kamu sibuk menjaga dan dijaga oleh kekasihmu. Sekali lagi terimakasih, kebahagiaan tak selamanya dengan tawa dan kesedihan pun tak selamanya dengan tangis. Berbahagialah kamu denganya, jangan ulangi kesalahanmu dulu. Dan doakan aku menyibukan diri berbahagia mendekati Tuhan yang maha cinta. Terima kasih gadis hujan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kemarin' Rindu

*Karya : HepsRmd  * ===================================== ini menyenangkan, kadang kita lupa dan keasikkan, momen tak seberapa yang terlonta...