Kata
adalah cara manusia mengekspresikan diri. Mengungkapkan apa yang ada dalam
pikiran dan hati mereka. Namun adakalanya semua yang ada di dalam pikiran dan
ada di hati tidak diungkapkan melalui perkataan. Tidak semua orang dapat
berekspresi melalui kata – kata. Di sisi lain ada saudara kita yang diciptakan
Tuhan dengan keleihan tersendiri, keistimewaan yang membuatnya mengungkapkan
bukan dengan kata tetapi melalui indra
yang lainya. Namun apapun itu, kita harus mensyukurinya.
Warna.
Warna adalah caraku mengungkapkan rasa. Caraku berekspresi. Tentang hidup,
bahagia, sedih, galau, cinta, emosi, ide, dan cerita. Tidak semua orang paham
dengan apa yang aku ungkapkan dalam setiap warna. Karena hanya aku dan Tuhan
yang tahu apa arti yang terkandung dalam setiap warna. Entah itu kesedihan,
bahagia, cinta, galau, dan emosi. Bagiku hal ini tidak harus dimengerti, ya,
semua orang tak harus tahu apa arti warna yang ku ungkapkan. Bebas menilai,
bebas berkomentar dan bebas mengkritik. Karena dalam setiap warna memiliki arti
yang bebas bagi penikmatnya.
Setiap
warna yang ku goreskan bukan semata – mata mengikuti realita, tetapi ada pesan
di dalamnya. Setiap warna yang ku padukan bukan semata – mata keserasian, tapi
terkadang juga kontras. Bukan kebetulan atau sesuai dengan mood, tapi ada hal –
hal berbeda yang harus di satukan. Perbedaan itu harus disatukan untuk
menciptakan arti baru, pesan baru dan cerita baru. Begitulah caraku bercerita,
menyampaikan pesan dan menyatukan perbedaan.
Lalu
……
Bagaimana denga cinta ?
Bagaimana
aku mengungkapkanya ?
Ada
yang harus diungkapkan dan ada juga yang tidak. Begitu juga dengan cinta. Jika cukup
lewat kata, tentu hanya lewat kata. Namun terkadang tak cukup lewat kata, atau
tak harus lewat kata. Jika bukan lewat kata, maka pilihanya adalah diam, atau
lakukan. Bagiku cinta itu dijaga. Cinta itu memberi. Cinta itu melakukan. Maka ada
hal yang ku lakukan untuk sesuatu yang ku cintai.
Apakah
itu ?
Salah
satunya dengan warna. Dengan goresan pensil, dengan arsiran dan gelap terang. Menghayati
setiap goresanya. Menikmati setiah coretan yang terkadang harus ku hapus. Dari warna
yang kontras menjadi padu. Melalui warna mewakili rasa. Melalui warna kutuangkan
ide, mengungkapkan cerita dan rasa. Melalui warna kutuangkan misteri.
Melalui
melukis aku banyak belajar. Tentang kesabaran, tentang proses, tentang
kepaduan,tentang penghayatan, ketidak sempurnaan, bahkan keindahan. Dengan melukis
ku ungkapkan cerita, cinta dan rasa. Tak mudah memang. Karena melukis itu
tentang kejujuran. Jika melukis dengan perasaan gundah, maka hasilnya sungguh
jauh dari ekspektasi. Maka melukislah dengan jujur, dengan hati tenang tanpa
kebohongan.
Jika
melukis adalah suatu cara, maka melukis adalah caraku mencinta. Jika lukisan
adalah bahasa, maka lukisan adalah bahasaku dalam mengungkapkan cinta. Jujur tanpa
kebohongan. Jika melukis adalah caraku bercerita, maka lukisanku adalah
visualisasinya. Jika lukisanku adalah caraku mendengar, maka lukisanku adalah
lagu yang merdu. Dan jika lukisanku adalah rasa, maka itu adalah perasaan yang
jujur. Bukan lewat kata, tapi warna. Begitulah caraku untuk mencinta.
Bukan dengan kata
***Immajinasiku Sempurna***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar