Minggu, 11 Desember 2016

Bukan dengan kata


            Kata adalah cara manusia mengekspresikan diri. Mengungkapkan apa yang ada dalam pikiran dan hati mereka. Namun adakalanya semua yang ada di dalam pikiran dan ada di hati tidak diungkapkan melalui perkataan. Tidak semua orang dapat berekspresi melalui kata – kata. Di sisi lain ada saudara kita yang diciptakan Tuhan dengan keleihan tersendiri, keistimewaan yang membuatnya mengungkapkan bukan dengan  kata tetapi melalui indra yang lainya. Namun apapun itu, kita harus mensyukurinya.
            Warna. Warna adalah caraku mengungkapkan rasa. Caraku berekspresi. Tentang hidup, bahagia, sedih, galau, cinta, emosi, ide, dan cerita. Tidak semua orang paham dengan apa yang aku ungkapkan dalam setiap warna. Karena hanya aku dan Tuhan yang tahu apa arti yang terkandung dalam setiap warna. Entah itu kesedihan, bahagia, cinta, galau, dan emosi. Bagiku hal ini tidak harus dimengerti, ya, semua orang tak harus tahu apa arti warna yang ku ungkapkan. Bebas menilai, bebas berkomentar dan bebas mengkritik. Karena dalam setiap warna memiliki arti yang bebas bagi penikmatnya.
            Setiap warna yang ku goreskan bukan semata – mata mengikuti realita, tetapi ada pesan di dalamnya. Setiap warna yang ku padukan bukan semata – mata keserasian, tapi terkadang juga kontras. Bukan kebetulan atau sesuai dengan mood, tapi ada hal – hal berbeda yang harus di satukan. Perbedaan itu harus disatukan untuk menciptakan arti baru, pesan baru dan cerita baru. Begitulah caraku bercerita, menyampaikan pesan dan menyatukan perbedaan.
            Lalu ……
Bagaimana denga cinta ?
            Bagaimana aku mengungkapkanya ?
            Ada yang harus diungkapkan dan ada juga yang tidak. Begitu juga dengan cinta. Jika cukup lewat kata, tentu hanya lewat kata. Namun terkadang tak cukup lewat kata, atau tak harus lewat kata. Jika bukan lewat kata, maka pilihanya adalah diam, atau lakukan. Bagiku cinta itu dijaga. Cinta itu memberi. Cinta itu melakukan. Maka ada hal yang ku lakukan untuk sesuatu yang ku cintai.  
            Apakah itu ?
            Salah satunya dengan warna. Dengan goresan pensil, dengan arsiran dan gelap terang. Menghayati setiap goresanya. Menikmati setiah coretan yang terkadang harus ku hapus. Dari warna yang kontras menjadi padu. Melalui warna mewakili rasa. Melalui warna kutuangkan ide, mengungkapkan cerita dan rasa. Melalui warna kutuangkan misteri.
            Melalui melukis aku banyak belajar. Tentang kesabaran, tentang proses, tentang kepaduan,tentang penghayatan, ketidak sempurnaan, bahkan keindahan. Dengan melukis ku ungkapkan cerita, cinta dan rasa. Tak mudah memang. Karena melukis itu tentang kejujuran. Jika melukis dengan perasaan gundah, maka hasilnya sungguh jauh dari ekspektasi. Maka melukislah dengan jujur, dengan hati tenang tanpa kebohongan.
            Jika melukis adalah suatu cara, maka melukis adalah caraku mencinta. Jika lukisan adalah bahasa, maka lukisan adalah bahasaku dalam mengungkapkan cinta. Jujur tanpa kebohongan. Jika melukis adalah caraku bercerita, maka lukisanku adalah visualisasinya. Jika lukisanku adalah caraku mendengar, maka lukisanku adalah lagu yang merdu. Dan jika lukisanku adalah rasa, maka itu adalah perasaan yang jujur. Bukan lewat kata, tapi warna. Begitulah caraku untuk mencinta.

Bukan dengan kata
***Immajinasiku Sempurna***


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kemarin' Rindu

*Karya : HepsRmd  * ===================================== ini menyenangkan, kadang kita lupa dan keasikkan, momen tak seberapa yang terlonta...