Senja itu dia datang dengan tenang dan senyum terpaku
Dan seperti biasa pula aku datang sesuai janjiku
Menemuinya yang datang dari jauh
Dia datang, datang untuk pergi
Kali ini Dia terlihat manis
Dengan kacamata menyentuh alis
Wajahnya masih sama seperti dulu
Sederhana, polos dan lugu
Tatapan matanya masih sangat jelas
Dalam, bercerita dan menyimpan rahasia
Senyum renyahnya menenangkan
Caranya berkata - kata menyejukkan
Tersisa waktu 120 menit, sebelum Dia pergi
Selalu dan selalu, datang dan pergi
Tak bisa diminta, dan harus terjadi
Sisa waktu ini, singkat dan berarti
Berdua kita menyusuri senja
Di tengah hiruk pikuk lalu lintas kota
Lampu jalan mulai menyala
Menyambut Dia bersama senja
Tak banyak berkata – kata
Itulah Dia
Hanya memandang, sesekali tersenyum
Menikmati suasana kota
Dibelakang punggungku Dia berada
Sepersekian sentimeter kita berjarak
Begitu dekat,
Saat ini begitu menenangkan
Malam ini akan jadi malam yang panjang
Tapi hanya 120 menit waktuku bersamanya
Di Sabtu malam
Yang akan menyisakan rindu mendalam
Kuhentikan kita di kaki lima
Sekedar duduk di kafe jalanan
Kini Dia ada di depanku
Duduk berdua berhadapan
Tak saling memandang tapi saling bicara
Tapi tidak dengan aku
Aku ingin memandangnya lebih lama
Memahami setiap goresan karya Tuhan
Matanya, bibirnya, senyumnya
Akan selalu kurindukan, selalu kurindukan
Begitu cepat, begitu singkat
Waktu berlalu menyita
Dan segera kita bergegas, menuju terminal bus
antarkota
Terimakasih untuk waktu yang singkat ini
Aku cukup bahagia, meski itu tak lama
Kali ini Aku kembali menatap matanya
Menguatkan energi untuk berdiri
Mengumpulkan tenaga untuk bicara
“hati – hati di sana, hubungi Aku setelah sampai di
sana”
Dia diam tanpa kata, hanya senyuman di sana
Itu cukup jadi jawaban, itu meyakinkan
Bahwa Dia akan kembali lagi
Yang terakhir kali
Pelukan ini melepasnya
Ketika dagu saling bersandar di bahu
Sepersekian detik berlalu
Lepaskan pelukan
Dia tersenyum dan melambaikan tangan
Sebagai tanda perpisahan
Perlahan mulai berjalan
Memunggungi wajah yang ditinggalkan
Sekejap Dia mulai menghilang
Dibalik punggung yang kupalingkan
Selamat jalan, sampai jumpa di lain kesempatan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar