Jumat, 09 Desember 2016

Apa kabar Raingirl ?

Desember. Hujan semakin sering turun. Desember yang lalu aku mengatur jadwalku untuk menemuimu. Kita masih sama - sama sibuk dengan aktifitas kampus. Sekarang, Desember lagi. Aku tak lagi mengatur jadwal menemuimu, tetapi aku mencoba menata hati agar lebih rapi. Menata diri agar lebih pantas.
Januari yang lalu aku marah padamu, aku mendiamkanmu sebagai isyarat atas kesibukkanmu. Kekanak - kanakanku yang menginginkan keberadaanmu. Kekanak - kanakanku memaksa agar kau tak hilang dariku.
Februari yang lalu, kita bertemu. Menikmati hujan bersama
di kota hujan. Melewati gang sempit yang dipenuhi air dari langit. Berlindung di bawah payung kecil warna merah. Meniti jembatan penyeberangan orang. Puas keliling Jakarta dengan Commuter Line. Meniti jembatan merah kebun raya. Vihara menjelang imlek. Kue apek khas setempat. Bangku taman kebun raya. Meniti jalan setapak kebun raya. Genggaman tangan itu, sepasang sepatu lusuh. Terminal Kota Bogor. Pelukan dan senyum perpisahan ditengah rintik hujan yang terus mengguyur.
Apa kabar gadis hujan? Kamu masih menetap di sana, bukan lagi mengejar gelar tapi meniti karir atas studimu selama tiga tahun. Mungkin kamu sekarang semakin dewasa dengan lingkungan barumu. Lingkungan dimana sekarang kamu memulai mengejar impianmu. Apa pun itu, Aku tahu kamu adalah sosok yang hebat. Sosok yang pernah mengajariku untuk lebih dewasa. Sosok yang membuatku iri dengan kesederhanaanmu. Sosok yang perhatian kepada Aku yang ceroboh. Sosok yang selalu mengingatkan saat aku lupa. Sosok yang cerewet saat aku diam.
Ceritamu adalah senandung untukku. Senyumanmu adalah keindahan dari semua ciptaan Tuhan. Dan diammu adalah peringatan untukku.
Kita pernah melangkah bersama melewati jalan setapak, melewati hujan, menerobos ramainya lalu lintas, melewati waktu, melewati lembaran cerita kita.
Sudah lebih dari setengah tahun, semenjak tanpamu. Aku tak terlalu tahu kabar tentangmu. Hanya beberapa kali lewat media sosial. Saat aku ulang tahun, dan saat akhir  November mendewasakanmu.
Desember ini, kau bilang akan pulang walau hanya sehari. Aku tak berharap banyak. Apalagi untuk bertemu. Terakhir kali kita jalan bersama saat hari raya. Dan kepulanganmu Desember ini cukup membuatku senang. Ada semacam energi yang mengalir. Deras mengisi nadi - nadiku. Menyegarkan seperti oksigen pagi hari. .
Tak berharap banyak. Aku hanya ingin kamu selamat. Jika sempat aku akan menemuimu. Raingirl.
Hanya untuk melihatmu, melihat keadaanmu. Berkata "hai", "apakabar" dan "hati-hati". Jika bisa lebih aku ingin bilang "rindu", dan jika diizinkan aku ingin bilang "sayang". Dan sebatas cukup aku hanya ingin "tersenyum". Raingirl, gadis Kota Hujan....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kemarin' Rindu

*Karya : HepsRmd  * ===================================== ini menyenangkan, kadang kita lupa dan keasikkan, momen tak seberapa yang terlonta...